“Jadi saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak-Ibu sekalian. Untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan yang terkini,” tutur Luky.
Ia menyadari bahwa tantangan pengelolaan keuangan negara saat ini sangat kompleks. Meski demikian, ia optimistis soliditas internal Kemenkeu mampu menjawab tantangan tersebut.
“Berat yang pasti ya, Pak Menteri. Tapi saya yakin kita bersama-sama. Kita tahu tantangan karena saya juga dari Kementerian Keuangan, saya tahu tantangan yang kita hadapi seperti apa. Jadi saya yakin secara bersama, kalau kita bersama, itu akan bisa,” ujarnya.
Mengenai program kerja, Luky menegaskan bahwa dirinya tidak membawa agenda pribadi. Menurutnya, peran Wakil Menteri Keuangan murni bertugas menyokong kepemimpinan Menteri Keuangan dan menjalankan arahan Presiden.
“Saya bilang, enggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami ini pembantu Presiden, pembantu Menteri Keuangan. Tugas kami adalah membantu, memastikan, memfasilitasi,” jelasnya.
Meski begitu, Luky memetakan tiga fokus prioritas kerja yang akan segera dikawal dalam waktu dekat, mulai dari mengawal eksekusi akhir APBN 2026 guna memastikan penyerapan dan kinerja anggaran berjalan optimal hingga penutupan kuartal IV, hingga mempersiapkan seluruh regulasi teknis serta instrumen pendukung agar APBN 2027 yang baru disahkan DPR dapat langsung efektif berjalan (up and running).