Kejar Rumah Subsidi, Menteri Ara Temui Gubernur BI Minta Tambah Likuiditas

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 14:30 WIB
Maruarar Sirait mendatangi kantor Bank Indonesia (BI) untuk mendorong percepatan dan penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendatangi kantor Bank Indonesia (BI) untuk mendorong percepatan dan penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi sektor perbankan.

Langkah ini ditempuh untuk mendongkrak realisasi pembiayaan perumahan rakyat, khususnya rumah subsidi, di tengah capaian Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang belum menembus 50 persen hingga kuartal III-2026.

Adapun, hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat mencapai 154.034 unit atau sekitar 44 persen dari target 350.000 unit rumah pada tahun ini.

Maruarar menilai penguatan likuiditas perbankan dari bank sentral sangat mendesak agar perbankan nasional lebih agresif menyalurkan kredit pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Koordinasi langsung dengan otoritas moneter ditujukan untuk mengejar sisa target pembangunan perumahan nasional sebelum tutup tahun.

"Realisasi pembiayaan perumahan saat ini mencapai Rp68 triliun dengan total 115.927 unit, sehingga kami meminta dukungan penguatan kebijakan dan riset dari Bank Indonesia. Presiden Prabowo sangat meyakini sektor perumahan mampu menggerakkan ekonomi secara masif karena melibatkan tukang, kontraktor, developer, perbankan, arsitek, sopir truk material, hingga toko bangunan yang menjual 180 produk industri seperti semen, pasir, cat, dan keramik," kata Maruarar di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya