Kejar Rumah Subsidi, Menteri Ara Temui Gubernur BI Minta Tambah Likuiditas

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 14:30 WIB
Maruarar Sirait mendatangi kantor Bank Indonesia (BI) untuk mendorong percepatan dan penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

Menanggapi target agresif pemerintah, bank sentral menyatakan kesiapannya untuk terus menyelaraskan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian. BI memastikan penyaluran likuiditas melalui mekanisme pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan akan terus dipantau agar tepat sasaran ke sektor perumahan.

"Pelonggaran likuiditas makroprudensial ini kami rancang agar perbankan tidak ragu menyalurkan pembiayaan ke sektor prioritas seperti perumahan rakyat yang memiliki keterkaitan hulu dan hilir sangat kuat. BI akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian PKP agar sisa ruang likuiditas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh perbankan hingga akhir tahun," tegas Destry.

Kementerian PKP mengutarakan penyesuaian instrumen moneter dan percepatan likuiditas perbankan ini dapat memecah kebuntuan serapan FLPP pada sisa kuartal IV-2026.

"Sektor perumahan ini dipersiapkan untuk membuka lapangan kerja secara luas, mulai dari penyerapan puluhan ribu tukang bangunan hingga jutaan tenaga pemasar yang tergabung dalam asosiasi broker properti. Dengan dukungan likuiditas dari Bank Indonesia, kami yakin tantangan pembiayaan perumahan rakyat dapat dituntaskan secara bersama-sama," urai Maruarar.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya