"Untuk segmen premium, nasabah membutuhkan diversifikasi aset bukan hanya di satu mata uang, tapi di mata uang yang lain. Makanya produk ini dalam denominasi USD," kata Haryanto dikutip, Sabtu (3/10/2026).
Penggunaan denominasi USD juga dibahas dalam konteks kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Perubahan ekonomi global yang cepat membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi semakin kompleks.
Dengan demikian, penggunaan USD dalam Wealth Prestige Pro diposisikan sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan finansial nasabah premium yang memiliki portofolio kekayaan yang lebih beragam.
Sementara itu, Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo menyampaikan, kebutuhan nasabah pun bergerak dari sekadar membangun aset menuju bagaimana aset tersebut dapat dilindungi dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
"Karena itu, perencanaan warisan perlu menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang," jelasnya.
(Taufik Fajar)