Ada dua prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut. Pertama, menjaga harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, agar tetap tidak mengalami kenaikan. Kedua, Pemerintah tetap menjaga ketahanan stok BBM nasional pada level 18-20 hari.
Dengan demikian, apabila terjadi antrean di sejumlah wilayah, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan ketahanan stok nasional. Antrean BBM dapat terjadi akibat kendala distribusi di lapangan.
Salah satu faktor adalah kondisi El Nino yang dapat mengganggu jalur distribusi BBM, terutama pengiriman melalui Sungai, kondisi sungai yang mengering dapat memaksa pengiriman BBM dialihkan menggunakan truk.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.960 per dolar AS.
"Sedangkan untuk sepekan ini, diprediksi rupiah bergerak di rentang Rp17.750-Rp18.050 per dolar AS," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)