Jumlah penerima bantuan modal tersebut juga meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2025, sebanyak 300 keluarga di Brebes mendapatkan PPSE.
Hendrik mengatakan bantuan modal tersebut diharapkan membuat keluarga yang keluar dari PKH tidak hanya berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
"Melalui PPSE, kami SDM PKH memastikan graduasi tidak hanya administratif, tetapi graduasi bermartabat," ujarnya.
Salah satu keluarga yang telah lebih dulu keluar dari PKH adalah keluarga Setiapuji, warga Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes. Setiapuji merupakan penerima PKH sejak 2020 hingga 2025.
Setelah mendapatkan dukungan PPSE, Setiapuji menggunakan bantuan tersebut untuk merintis usaha bakso keliling hingga akhirnya memutuskan keluar dari kepesertaan PKH.
"Saya penerima PKH dari 2020 sampai 2025. Alhamdulillah, bantuan PPSE membantu saya merintis usaha dan bangkit untuk mandiri, sampai saya mantap keluar dari kepesertaan PKH," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi mengatakan proses graduasi masih melalui verifikasi untuk memastikan keluarga yang dikeluarkan dari daftar penerima memang telah memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik.
"Kalau ada warga yang merasa belum mampu tetapi masuk daftar graduasi, silakan sampaikan ke pendamping PKH di kecamatan atau ke Dinas Sosial. Daftar ini masih kami verifikasi, dan kami cek satu per satu," kata Imam.
Program graduasi mandiri tersebut menjadi bagian dari target Kementerian Sosial untuk mendorong sekitar 300 ribu keluarga penerima PKH di seluruh Indonesia keluar dari kepesertaan bantuan sosial karena telah mampu mandiri secara ekonomi.
(Taufik Fajar)