JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan sepekan ke depan. Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan indeks akan menguji level support di posisi 5.973 dan resistance di level 6.227.
“Sepekan ke depan, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 5.973 dan resist 6.227,” kata Herditya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Herditya menjelaskan ada sejumlah sentimen utama yang bakal membayangi laju IHSG. Pertama, para pelaku pasar sedang mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Kedua, laju pergerakan indeks diperkirakan masih dibayangi oleh pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang rawan melemah, beserta dinamika arus modal asing (foreign flow).
Ketiga, pasar saham juga tetap mencermati volatilitas harga komoditas global, khususnya minyak bumi, meskipun pihak AS telah menyatakan tidak akan melakukan serangan ke Iran sebelum pelaksanaan midterm election.