“Pemahaman saya BUMN itu hanya 300. Waktu saya jadi presiden saya ketemu BUMN itu 1.074. Sebagian besar rugi. Saudara-saudara, saya konsolidasikan BUMN itu dalam satu management. Satu management yaitu Danantara, singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya, energi. Anagata, masa depan. Nusantara, tanah air kita,” kata Prabowo.
“Artinya Danantara ini adalah dana yang merupakan kekuatan energi untuk masa depan bangsa Indonesia. Untuk anak dan cucu kita. Kekayaan kita banyak, sumber alam kita banyak. Kewajiban kita adalah menjaga dan mengelolanya. Dan ini ujung tombaknya adalah Satgas PKH,” tambahnya.
Prabowo menegaskan pemerintah ingin menutup BUMN yang mengalami kerugian agar tidak terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini hasil kerja keras Satgas PKH. Dan lembaga-lembaga lain juga kerja keras. Saya pantau Bea Cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan peristiwa penyelundupan yang nilainya juga triliunan,” tegasnya.
(Taufik Fajar)