Peningkatan kinerja tersebut antara lain didorong oleh peningkatan volume salah satu mitra IUP dengan area operasional di Terminal Muara Lawai, dengan penambahan hingga empat rangkaian kereta.
Setiap trainset terdiri atas 55 Gerbong Datar (GD) atau setara dengan 110 container. Dengan kapasitas rata-rata sekitar 23 ton per container, satu trainset memiliki kapasitas sekitar 2.300 sampai dengan 2.530 metrik ton.
”Penambahan rangkaian tersebut memberikan tambahan kapasitas sekaligus mendukung kelancaran arus komoditas dari wilayah produksi menuju titik tujuan. Optimalisasi layanan berbasis kereta api menjadi salah satu upaya KAI Logistik dalam meningkatkan kapasitas angkut dan menjaga keandalan distribusi komoditas dalam skala besar,” lanjut Yuskal.
Selain peningkatan volume di Muara Lawai, pertumbuhan kinerja juga didukung oleh penambahan mitra melalui dengan relasi Tanjung Enim Kertapati yang mulai dilayani sejak Juli 2026. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi volume hingga 2,2 juta ton sampai dengan akhir tahun 2026.
Penambahan kapasitas dan perluasan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi KAI Logistik dalam memperkuat konektivitas logistik pada koridor-koridor strategis. Dengan dukungan jaringan perkeretaapian, layanan bongkar muat dan distribusi dapat terintegrasi secara lebih efektif antara sentra produksi, terminal, dan titik tujuan.
”Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat kapasitas, produktivitas, dan konektivitas layanan untuk mendukung kebutuhan distribusi komoditas strategis. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai pasok dan kesinambungan aktivitas ekonomi nasional,” tutup Yuskal.
Dengan kapabilitas yang terus dikembangkan, KAI Logistik tidak hanya berperan sebagai pengelola layanan logistik, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur logistik strategis dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas energi bagi keberlangsungan industri dan perekonomian nasional.
(Taufik Fajar)