Taspen Soroti Risiko Pengelolaan Dana Pensiun di Tengah Transformasi BUMN

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 19:12 WIB
PT Taspen (Persero) memiliki peluang kontribusi dalam penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko badan usaha milik negara (BUMN). (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA – PT Taspen (Persero) memiliki peluang kontribusi dalam penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko badan usaha milik negara (BUMN) di tengah transformasi melalui Danantara Indonesia. Pengalaman dalam mengelola program pensiun dan jaminan sosial bagi aparatur sipil negara (ASN) dapat menjadi salah satu referensi dalam pengelolaan dana jangka panjang.

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris Taspen, Billy Mambrasar, mengatakan pengelolaan dana pensiun membutuhkan penerapan prinsip kehati-hatian, mitigasi risiko investasi, dan pengawasan berkelanjutan untuk menjaga keamanan dana serta kepercayaan peserta.

“Transformasi Danantara merupakan momen penting untuk mendorong BUMN Indonesia semakin profesional, transparan, dan kompetitif. Namun, transformasi tersebut perlu didukung dengan dasar Governance, Risk, and Compliance yang kuat. Taspen dapat berkontribusi melalui pertukaran praktik terbaik, penguatan budaya risiko, dan pengembangan sistem pengawasan yang lebih antisipatif,” ujar Billy, Selasa (13/10/2026). 

Menurut Billy, sinergi antara Taspen dan Danantara dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas pengawasan, pengelolaan risiko investasi, serta penerapan sistem kepatuhan yang terintegrasi.

Ia menilai pengalaman Taspen dalam mengelola program pensiun jangka panjang dapat melengkapi perspektif Danantara dalam pengelolaan investasi dan aset. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang mempertimbangkan risiko serta keberlanjutan pengelolaan dana.

Billy menegaskan, penguatan tata kelola perusahaan perlu berorientasi pada perlindungan dana peserta dan keberlanjutan pembayaran manfaat pensiun. Pengawasan, kata dia, tidak cukup hanya memastikan kepatuhan terhadap ketentuan administratif, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi dan mencegah risiko sebelum menimbulkan dampak terhadap perusahaan maupun peserta.

Selain itu, transparansi pengelolaan investasi, penguatan sistem antisuap, dan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan dinilai dapat mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih akuntabel.

Billy mengatakan seluruh upaya penguatan tata kelola tersebut pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi peserta TASPEN, terutama dalam menjaga keamanan dana, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan pemenuhan hak peserta secara tepat waktu dan berkelanjutan.

“Pada akhirnya, tata kelola perusahaan bukan hanya tentang skor penilaian, sertifikasi internasional, atau penghargaan yang kita terima. Ukuran yang paling penting adalah seberapa besar sistem tersebut mampu menjaga keamanan dana dan kepercayaan para pensiunan yang telah mengabdikan hidupnya kepada negara,” kata Billy.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya