Rupiah Loyo ke Rp17.903, Ini Pemicunya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 16:26 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada akhir perdagangan Rabu (14/10/2026). (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Seorang pejabat militer AS yang berbicara dengan syarat anonim mengonfirmasi bahwa Iran telah mengubah taktik secara signifikan. Setelah AS menghancurkan sebagian besar kemampuan radar Iran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mulai menggunakan kapal-kapal kecil tanpa senjata untuk melakukan pengintaian dan mengidentifikasi target potensial, termasuk kapal Angkatan Laut AS, kata pejabat tersebut.

Di Rusia, pemerintah menyatakan pada Selasa bahwa pihaknya tidak melihat hubungan langsung antara perundingan damai dengan Ukraina dan kesepakatan ekspor solar ke AS.

Pernyataan tersebut muncul setelah Reuters melaporkan bahwa utusan AS telah menyampaikan kepada pejabat Ukraina pada Jumat bahwa kesepakatan itu merupakan bagian dari upaya untuk membawa Rusia kembali ke meja perundingan demi mencapai kesepakatan damai.

Para pelaku pasar kini menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang dijadwalkan dirilis malam ini untuk memperoleh petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga. Inflasi utama AS pada September diperkirakan naik 0,6 persen secara bulanan (month-on-month/MoM), meningkat dari 0,4 persen pada Agustus.

Sementara itu, inflasi tahunan diperkirakan naik menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,4 persen.

Dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dari 5,0 persen menjadi 5,1 persen.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya