Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada kuartal III/2026 dan kuartal IV/2026 masih dapat tercapai.
Pada semester I/2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal I/2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen.
Sementara itu, defisit transaksi berjalan Indonesia (current account deficit/CAD) diproyeksikan melebar menjadi 1,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dari 0,1 persen terhadap PDB pada 2025.
Defisit tersebut diperkirakan kembali menyempit pada 2027 menjadi 1 persen terhadap PDB. Proyeksi CAD dari IMF ini lebih besar dibandingkan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI), yakni dalam kisaran 0,5–1,3 persen terhadap PDB.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.900–Rp17.950 per dolar AS.
(Feby Novalius)