Rupiah Loyo ke Rp17.903, Ini Pemicunya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 16:26 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada akhir perdagangan Rabu (14/10/2026). (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada kuartal III/2026 dan kuartal IV/2026 masih dapat tercapai.

Pada semester I/2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal I/2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan Indonesia (current account deficit/CAD) diproyeksikan melebar menjadi 1,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dari 0,1 persen terhadap PDB pada 2025.

Defisit tersebut diperkirakan kembali menyempit pada 2027 menjadi 1 persen terhadap PDB. Proyeksi CAD dari IMF ini lebih besar dibandingkan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI), yakni dalam kisaran 0,5–1,3 persen terhadap PDB.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.900–Rp17.950 per dolar AS.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya