Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Konsisten Intervensi Jaga Stabilitas

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2026 10:09 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (QTD) sebesar 0,17 persen. Cadangan devisa tercatat terjaga di level USD146,3 miliar pada akhir September 2026," jelas Erwin.

Untuk meredam volatilitas, BI terus melakukan bauran intervensi secara konsisten di berbagai lini pasar uang.

"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ujar Erwin.

Di samping intervensi pasar, BI juga memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai serta memperkuat komunikasi dengan para pelaku pasar dan korporasi.

"Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," pungkasnya.

Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini, Kamis (15/10/2026), dibuka melemah tertekan oleh sentimen domestik serta diperparah oleh ekspektasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) pada bulan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 0,3 persen ke posisi Rp17.956 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, Rabu (14/10/2026), mata uang Rupiah berada di tingkat pasaran spot yang tertekan oleh penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Rupiah kemarin ditutup melemah di kisaran Rp17.902 per dolar AS di tengah aksi lepas aset portofolio oleh investor asing di kawasan berkembang.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya