Bahlil Ungkap Subsidi Energi Bengkak Nyaris Rp100 Triliun saat ICP Sentuh USD100 per Barel

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2026 16:00 WIB
Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa beban subsidi energi meningkat hingga hampir Rp100 triliun. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)
Share :

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa beban subsidi energi meningkat hingga hampir Rp100 triliun ketika harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di kisaran USD90–USD100 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran negara, terutama di tengah besarnya kebutuhan subsidi energi bagi masyarakat.

Bahlil menjelaskan, ketika harga ICP masih berada di kisaran USD70 per barel, beban subsidi energi mencapai sekitar Rp87 triliun. Namun, ketika harga ICP naik ke kisaran USD90–USD100 per barel, beban tersebut meningkat hingga hampir Rp100 triliun.

"Begitu ICP rata-rata sekarang di angka 90–100, subsidi kita hampir Rp100 triliun," kata Bahlil saat memberikan sambutan dalam peresmian operasional kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Menurut Bahlil, kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan Indonesia dalam menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ia menyoroti sejumlah konflik internasional, termasuk ketegangan di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina, yang turut memicu ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya