OJK berharap perbaikan penjualan kendaraan bermotor ke depan dapat mendorong peningkatan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor.
Meski demikian, pertumbuhan bisnis harus tetap diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang ketat. Langkah ini diperlukan agar perusahaan asuransi tidak terjebak dalam persaingan tarif yang berpotensi menekan kesehatan keuangan dan permodalan.
OJK juga mengingatkan pelaku industri agar tetap cermat dalam mengukur profil risiko calon tertanggung di tengah peluang pertumbuhan pasar otomotif. Kesehatan keuangan perusahaan harus tetap terjaga dan tidak dikorbankan demi mengejar pertumbuhan portofolio secara agresif.
"Ke depan, peningkatan penjualan kendaraan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan premi, dengan tetap memperhatikan disiplin underwriting dan kecukupan premi," ujar Ogi.
(Feby Novalius)