Saran Peraih Nobel Peter Howitt agar Indonesia Lepas dari Middle Income Trap

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 26 Oktober 2026 14:04 WIB
Peraih Nobel Ekonomi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt menyarankan pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan strategi imitasi dan adaptasi teknologi secara masif untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meloloskan diri dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). 

Menurutnya, menyalin serta memodifikasi teknologi matang dari negara maju merupakan jalan pintas paling rasional dan ekonomis sebelum melangkah ke fase inovasi teknologi garis depan (frontier innovation).

Pemerintah Indonesia disarankan untuk menempuh lompatan percepatan ekonomi dengan mengoptimalkan strategi penyerapan dan adaptasi teknologi yang sudah mapan dari negara-negara maju. Langkah ini dinilai sebagai jalan pintas paling rasional dan ekonomis bagi negara berkembang yang industrinya masih beroperasi di bawah garis depan teknologi global.

"Bagi negara seperti Indonesia, imitasi dan implementasi teknologi merupakan alternatif rasional sebelum melangkah ke inovasi murni. Mengadopsi teknologi yang telah terbukti sering kali menjadi jalan pintas paling ekonomis untuk meningkatkan kapabilitas domestik," ujar Howitt secara virtual dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Senin (26/10/2026).

Howitt mengingatkan bahwa penerapan teknologi asing tidak bisa dilakukan secara instan atau siap pakai begitu saja. Setiap upaya implementasi menuntut pemecahan masalah lokal seperti penyesuaian terhadap ekspektasi tenaga kerja, respons pekerja, selera pasar, kapabilitas, hingga kondisi kelembagaan setempat, yang pada hakikatnya merupakan proses inovasi tersendiri untuk mencetak lompatan pertumbuhan.

Peluang akselerasi tersebut terbuka lebar mengingat struktur ketenagakerjaan nasional saat ini masih didominasi oleh sektor primer berproduktivitas rendah. Howitt melihat adanya momentum strategis untuk mengalihkan jutaan tenaga kerja tani ke sektor industri pengolahan dengan daya saing upah internasional.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya