Dalam kasus skimming ATM, pelaku biasanya memasang alat pembaca tambahan atau skimmer pada bagian tempat kartu dimasukkan. Perangkat tersebut dapat merekam data kartu ketika nasabah bertransaksi. Data yang diperoleh kemudian dapat digunakan untuk membuat kartu duplikat atau melakukan penyalahgunaan lainnya.
Selain data kartu, pelaku dapat berusaha memperoleh nomor identifikasi pribadi atau PIN korban. Caranya antara lain dengan memasang kamera tersembunyi, menggunakan perangkat tambahan pada keypad, atau mengintip saat nasabah memasukkan PIN.
Jika data kartu dan PIN berhasil diperoleh, pelaku dapat mencoba menggunakannya untuk melakukan transaksi ilegal. Namun, keberhasilan penyalahgunaan bergantung pada jenis kartu, sistem keamanan bank, dan metode transaksi yang digunakan.
Skimming tidak hanya berpotensi terjadi di mesin ATM. Perangkat pencuri data juga dapat dipasang pada terminal pembayaran kartu di lokasi lain, seperti tempat usaha yang menerima pembayaran menggunakan kartu.
2. Cara Mencegah Skimming ATM
Nasabah dapat mengurangi risiko skimming dengan memeriksa kondisi mesin ATM dan menjaga kerahasiaan informasi kartu. Berikut sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan.