"Ada indikasi memang ada praktik-praktik yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita. Saya enggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng," tutur adik Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Distorsi perdagangan akibat ulah para spekulan tersebut pada akhirnya berdampak langsung pada kerugian masif yang dialami jutaan pemodal ritel domestik. Portofolio investasi masyarakat terus menyusut tajam akibat terjebak dalam volatilitas semu saham-saham yang dipermainkan.
"Nah masalah adalah, saat ini ada 32.700.000 warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan, tidak berbahagia. Karena nilai mereka, saham, berkurang," ungkap Hashim.
Menyikapi eskalasi risiko yang mengancam stabilitas ekonomi dan iklim investasi nasional, pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam terhadap praktik-praktik manipulatif tersebut. Pelaku usaha di bawah naungan Kadin diminta segera menghentikan keterlibatan mereka dalam intervensi perdagangan saham sebelum aparat hukum mengambil tindakan penertiban secara sepihak.
"Maka saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan-kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan, mohon dengan sangat segera dihentikan karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas. Saya mau terus terang saja, jangan sampai rupiah jadi Rp21.000 atau Rp22.000, ini masalah amat sangat serius dan punya dampak politik yang luar biasa negatif," urai Hashim.
(Taufik Fajar)