nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2011, Konsumsi Semen Diproyeksi Naik 10%

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 22 September 2010 07:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 09 21 320 374357 hej8k6FQ1s.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Konsumsi semen nasional diproyeksi naik sebesar 10 persen pada tahun depan. Angka itu naik sekitar 3-5 persen dari tren target pertumbuhan konsumsi semen nasional yang berkisar 5-7 persen per tahun. Tahun 2010, konsumsi semen nasional ditargetkan naik enam persen menjadi sekitar 40 juta ton dibandingkan 2009 yang 38 juta ton.

"Konsumsi semen tahun 2011 bisa tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan tren selama ini yang bekisar 5-7 persen. Tapi, semen itu komoditas yang terpengaruh oleh pertumbuhan perekonomian dan belanja APBN. Kami optimistis, dengan direvisinya Keppres 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, akan semakin mempercepat proses tender pembangunan infrastruktur," kata CEO Bososwa Group Erwin Aksa Erwin di Jakarta, Selasa (21/9/2010).

Selain itu, lanjut dia, belanja pembangungan juga dipengaruhi oleh realisasi investasi. "Saat ini, masih banyak proyek yang tertunda. Tergantung negara bagaimana agar lebih efisien. Mulai dari percepatan pembebasan lahan hingga mempercepat proses perizinan proyek,"tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh  Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono. Menurutnya, hingga saat ini, pihaknya masih mematok pertumbuhan konsumsi semen sekitar enam persen pada 2011.

"Meski berat, pertumbuhan sekitar 10 persen bisa berpeluang. Tapi, tergantung kecepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Kami berharap, awal 2011, realisasi proyek-proyek dari 2010 bisa terlaksana. Di sisi lain, masalah pembebasan lahan masih jadi penghalang," kata Urip.

Sementara itu,kata Urip, konsumsi semen nasional masih didominasi oleh proyek-proyek swasta mulai dari pembangunan rumah oleh masyarakat di luar kawasan hunian hingga proyek properti di kawasan hunian elit dan pusat-pusat hiburan.

"Belum ada data resminya, tapi, porsi swasta itu mungkin bisa sekitar 60-70 persen dari total konsumsi semen nasional. Sisanya, proyek pemerintah. Karena itu, semakin pembangunan infrastruktur dipercepat, dapat  menggenjot pertumbuhan konsumsi semen," jelasnya.

Hingga Juli 2010, dia menambahkan, pertumbuhan konsumsi semen nasional berkisar 10-11 persen per bulan. Namun, kata dia, pada Agustus-September 2010, konsumsi semen nasional lebih rendah dibandingkan realisasi di bulan yang sama tahun 2009. Urip menjelaskan, hal itu dipengaruhi oleh Puasa-Lebaran 2010 yang jatuh pada Agustus-September.

"Saya optimistis, target pertumbuhan sekitar enam persen tahun 2010 bisa tercapai," pungkas Urip.

Direktur Keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya sebelumnya pernah memprediksikan, permintaan semen domestik pada 2010 mencapai 41,5 juta ton, naik dari tahun lalu yang hanya 38,4 juta ton.  Indocement sendiri, lanjutnya, memiliki pangsa pasar sebesar 31,3 persen per Juli 2010.

"Sampai akhir tahun kita akan mempertahankan pada posisi itu," ujar Christian.

Indocement, menurutnya, berencana memulai pembangunan dua penggilingan semen pada tahun 2010 . Dana yang disiapkan sebesar USD70 juta. Dana tersebut diambil dari alokasi belanja modal perseroan.

Christian mengungkapkan, pembangunan tersebut akan menambah kapasitas produksi hingga dua juta ton. Dengan demikian, kapasitas produksi semen perseroan menjadi 20,6 juta ton pada 2011. Saat ini kapasitas produksi Indocement mencapai 18,6 juta ton dengan utilisasi sebesar 75 persen.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini