JAKARTA - Kendati dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah masih bergerak menguat. Investor asing masih terlihat memasuki pasar saham AS.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada perdagangan Kamis (27/1/2011), rupiah menguat ke Rp9.032 per USD dibandingkan dengan hari sebelumnya yang parkir di Rp9.038 per USD. Dan menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp9.030 per USD, dengan kisaran harian Rp9.017,5-9.038 per USD.
Sementara nilai tukar dolar tampak menguat atas mata uang lainnya. Atas euro, dolar menguat ke 1,3663 per USD. Terhadap yen, rupiah ada di 82,935 per USD.
Menguatnya nilai tukar dolar AS tampaknya dipicu beberapa hal. Salah satunya adalah The Fed dipastikan akan melanjutkan program stimulus sebesar USD600 miliar yang tersisa.
Sejak Nopember 2010 lalu, the Fed telah menggunakan senilai USD261 miliar untuk melakukan pembelian surat utang negara. The Fed meyakini stimulus ekonomi itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih signifikan dalam mengurangi angka pengangguran yang saat ini masih diatas sembilan persen dan mendorong inflasi ke tingkat yang lebih tinggi yaitu 1,7 persen-2 persen di tahun 2011 ini.
Data-data ekonomi AS pada bulan Desember 2010 juga mencatat kinerja yang semakin baik seperti penjualan ritel, berkurangnya jobless claims, meningkatnya keyakinan konsumen.
(Widi Agustian)