Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diversifikasi Usaha, Saham BRPT Siap Menguat

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 28 September 2011 |09:25 WIB
Diversifikasi Usaha, Saham BRPT Siap Menguat
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Langkah PT Barito Pasific Tbk (BRPT) dalam melakukan diversifikasi usaha bakal berdampak positif pada kinerjanya ke depan.

Analis Equity Research Trimegah Securities Adrian Rusmana menuturkan aksi penjualan sebagian saham anak usaha, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang dilakukan perseroan, dan strategi jangka panjang Barito Pasific dalam pengembangan bisnis non inti sangat baik.

"Penjualan ini kan mereka menerima dana, dan ditujukan untuk ekspansi sawit, baik lahan ataupun pembangunan pabrik. Diversifikasi usaha bagus, karena sebelumnya dia bergerak di bisnis play wood. Ini kan masih sejenis, kalau mereka belajar akan lebih cepat," ungkap dia dalam paparan analisanya di Jakarta belum lama ini.

Di sisi lain, penguasaan saham TPIA milik BRPT masih tersisa  64,87 persen. Dari valuasi saham yang digenggam, perseroan masih memiliki aset di TPIA sekitar Rp8 triliun. Sementara total aset konsolidasi BRPT, dari data terakhir mencapai Rp10 triliun. Tercatat total saham saham BRPT yang beredar di pasar mencapai 6,98 miliar lembar.

Dengan hanya memperhitungkan valuasi perseroan di TPIA, maka harga saham wajar BRPT sekitar Rp1.146  per lembar. Dengan demikian harga saham perseroan yang sekarang ini ada di level Rp870 berkesempatan untuk menguat.

"Karena ini belum memasukkan nilai dari anak-anak usaha perseroan yang lain, yang bergerak di hutan tanaman industri, pengolahan kayu, perkebunan, properti, lem perekat, dan lain-lainnya," jelasnya.

Perusahaan, nantinya tidak hanya lagi bergantung pada bisnis kimia melalui anak usahanya, TPIA. BRPT juga siap mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit dan penambangan batu bara.

Menurut Investor Relation Barito Pacific Agustino Sudjono, investasi pada bisnis sawit akan menyeimbangkan sumber pendapatan perseroan dalam jangka panjang. "Selama ini kontribusi pendapatan 90 persen dari kimia, sawit belum. Perlahan-lahan sawit akan beri kontribusi, sehingga seluruh aset akan memberi kontribusi. Jangan tergantung hanya pada petrokimia," terangnya di Jakarta dalam keterangan tertulisnya belum lama ini.

Strategi jangka panjang telah dicanangkan perseroan dengan menanam benih sawit di areal 25 ribu hektare (ha), dan pembangunan satu pabrik kelapa sawit (PKS). Target taman ini akan tercapai hingga 2015, dengan total lahan yang ingin dikuasi mencapai 50 ribu ha.

Di 2012, areal seluar 6.000 ha milik BRPT, melalui PT Grand Utama Mandiri, akan menghasilkan sawit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hasil tahun ini yang hanya 2.000 ha. Kontribusi pendapatan pada bisnis sawit di 2011 mencapai Rp15 triliun.

Meskipun minim, jumlah ini akan terus meningkat bahkan menyaingi sumbangan pendapatan pada bisnis kimia. Tahun ini yang berbuah hanya seluas 2.000 ha. Kontribusi (produksi sawit) maksimal baru terjadi di awal 2015.

Tak hanya itu, demi mendiversifikasi usaha BRPT pun siap merambah bisnis batu bara. Meski baru tahap kajian,  perseroan yakin akan keunggulan industri berbasis ini. "Batu bara kita lagi prospek, ada beberapa yang kita lihat," tutur Agustino.

Demi kepentingan diversifikasi usaha tersebut, Barito Pasific menjual sedikit saham TPIA miliknya. 7,13 persen saham TPIA telah dibeli oleh SCG Chemicals Co Ltd, anak usaha Siam Cement Group (SCG), yang berkedudukan di Thailand, yang merupakan salah satu pelaku industri kimia terbesar di dunia. Hasil penjualan saham TPIA sekitar Rp 893,31 miliar siap dialokasikan untuk industri sawit.

SCG membeli 7,13 persen saham Chandra Asri Petrochemical dari BRPT, dan 22,87 persen dari Apleton Investment Ltd (anak perusahaan Temasek Holdings).

Barito menyatakan kedua transaksi ini bernilai sekira Rp3,76 triliun. Selanjutnya SCG akan memiliki 30 persen saham perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia tersebut. Transaksi antara BRPT dan SCG dilakukan berdasarkan Block Trade Commitment Letter yang ditandatangani pada 19 September 2011.

Dengan masuknya SGC, maka kinerja Chandra Asri Petrochemical bisa tumbuh lebih cepat lagi. Investasi Siam Cement di Chandra Asri Petrochemical akan membuka peluang yang bagus bagi pengembangan program bisnis Chandra Asri Petrochemical ke depannya. Pengalaman dan rekam jejak SCG sebagai sebuah grup perusahaan petrokimia terkemuka di regional akan mendatangkan nilai tambah kemitraan strategis.

Dengan posisi SCG sebagai mitra strategis, manajemen BRPT menyambut baik adanya kemungkinan penempatan ahli-ahli dari SCG, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang industri petrokimia, apabila dibutuhkan oleh CAP.

BRPT melepas 7,13 persen dari total 72 persen kepemilikannya di CAP. Manajemen BRPT menyatakan, dana yang diperoleh dari transaksi ini akan digunakan untuk memperkuat komitmen diversifikasi investasi pada unit usaha lainnya yang berada di dalam Grup BRPT.

Pada semester I-2011, Barito Pacific mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 807,6 persen menjadi Rp226,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp24,9 miliar.

Agustino menuturkan naiknya laba bersih perseroan disebabkan oleh naiknya laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp353,8 miliar dari Rp188,3 miliar pada semester-I 2010 atau meningkat 87,9 persen.

"Pencapaian laba bersih ini menunjukkan bahwa bisnis perseroan saat ini ke depannya tetap solid, di tengah-tengah kondisi perekonomian dunia yang sedang bergejolak," ungkap Agustino.

Disisi lain dari segi pendapatan, perseroan yang bergerak dalam bidang kehutanan, petrokimia, properti, perkebunan ini juga mengalami peningkatan 13,9 persen dari Rp8,8 triliun pada semester I-2010, menjadi Rp10 triliun pada periode yang sama di tahun 2011.

Unit usaha petrokimia mengkontribusikan sebanya 99,5 persen dari total pendapatan perusahaan. Sementara sisanya diperoleh dari unit usaha kehutanan, perkebunan dan properti.

"Kinerja semester I-2011 ini memberi sinyalemen positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan tentang optimisme masa depan bisnis perseroan baik jangka pendek, menengah, maupun panjang," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement