Bisnis Barito Pacific Terdampak Corona, Pendapatan Turun Jadi USD1,1 Miliar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 278 2254548 bisnis-barito-pacific-terdampak-corona-pendapatan-turun-jadi-usd1-1-miliar-fTQEtOXXBS.jpg Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD1,10 miliar pada semester I-2020. Angka ini turun 15,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD1,3 miliar. Sementara laba bersih perusahaan mencapai USD24,38 juta di semester I-2020.

"Perbaikan hasil kinerja pada kuartal kedua memberikan Barito Pacific optimistisme terhadap kinerja bisnis dan keuangan hingga akhir 2020," kata Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih dalam keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2020).

Baca Juga: 11 Cara Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Kantor 

Adapun total aset Barito Pacific hingga kuartal II-2020 menjadi USD7,17 miliar dengan tingkat liabilitas dan ekuitas masing-masing USD4,25 miliar dan USD2,92 miliar.

David menjelaskan, sektor petrokimia mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sedangkan bisnis anak perusahaan di sektor energi terus memberikan stabilitas pada perolehan pendapatan dan laba secara konsolidasi.

Baca Juga: Hong Kong Dihantam Resesi Setahun Penuh, Ekonomi Minus 9% 

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, anak usaha BRPT mempertahankan volume produksi dan penjualan di tengah-tengah kondisi usaha yang penuh tantangan dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan usaha Chandra Asri saat ini tengah merampungkan pabrik Metil Tert-Butil Ether (MTBE) berkapasitas 127 ribu ton per tahun dan pabrik Butene-1 berkapasitas 43.000 ton per tahun.

"Rencana kami untuk pembangunan kompleks petrokimia kedua tetap tidak berubah meskipun saat ini mengalami penjadwalan ulang akibat dampak dari pandemi. Dengan selesainya proyek tersebut, kami akan dapat memenuhi kebutuhan domestik dengan lebih baik ” ujar David.

David menambahkan, kinerja Barito Pacific juga akan dibantu oleh anak usaha di sektor energi terbarukan, Star Energy (SE). “Star Energy merupakan perusahaan pengelola panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas sebesar 875 megawatt (mw) dan berencana untuk menambah kapasitas sampai dengan 1.200 mw dalam 10 tahun,” jelas David.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini