BALI - PT Indonesia Power memastikan jika pada 2014 mendatang seluruh pembangkit listrik yang dikelola oleh perusahaan akan beralih menggunakan bahan bakar gas.
"Saat ini sedang dilakukan feasibility study, targetnya 2014 pembangkit listrik di Bali pakai gas," ungkap General Manager (GM) Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Bali Antonius RT Artono, saat ditemui di Buleleng, Bali, Jumat (25/11/2011).
Sehingga, dengan rencana tersebut, Indonesia Power menggandeng PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk membangun pabrik pengolahan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Bali.
"Di bangun di Bali fasiitas untuk regasifikasi. Kapasitas 20-40 mmscfd," imbuhnya.
Dia mengatakan, pabrik pengolahan gas tersebut nantinya selain akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas di wilayah Bali, juga akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas di wilayah Indonesia Timur.
"Untuk gasnya kemungkinan akan dipasok dari Bontang, yang paling dekat itu. Tapi ada juga yang dari Simenggaris," tuturnya.
Selanjutnya untuk nilai investasinya, dia mengungkapkan membutuhkan dana sebesar USD250 juta untuk membangun infrastruktur tersebut. "Kalau dibangun dilaut USD250 juta, tapi kalau dibangun di darat bisa lebih murah," tandasnya.