CILEGON - Anak Usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indonesia Power tengah menantikan kepastian pasokan gas dari Blok South East Sumatera (SES) yang dikelola oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).
Pasalnya kontrak kelola CNOOC di blok tersebut habis pada 2018. Alhasil, pasokan gas sebesar 80 bbtud yang digunakan untuk produksi PLTGU Cilegon dapat terganggu.
General Manager PLTGU Cilegon Zudhi Rakhmanto mengatakan, pasokan gas yang diberikan CNOOC untuk penyediaan listrik PLTGU Cilegon sangat besar. Hampir semua produksi listrik di PLTGU Cilegon berbahan bakar gas berasal dari CNOOC.
"Karena itu kita berharap CNOOC bisa mengakomodir gas ini. Terlebih kontraknya habis 2018. Tentu kita butuh kepastian,"tuturnya, di Kantor PLTGU Cilegon, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (6/4/2017).
Sementara itu, Head Gas Operation CNOOC Muhammad Salman mengatakan, sampai saat ini belum ada arahan manajemen untuk memberhentikan pasokan gas ke PLTGU Cilegon pasca kontrak berakhir 2018. Hal ini dikarenakan belum ada kejelasan kontrak kepada PT Pertamina (Persero) selaku pengelola Bloks SES selanjutnya.