Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pisang Nipah Jadi Komoditas Unggulan Dusun Punggur

Dina Prihatini , Jurnalis-Kamis, 27 September 2012 |17:45 WIB
 Pisang Nipah Jadi Komoditas Unggulan Dusun Punggur
Ilustrasi. (Foto: Ist)
A
A
A

PONTIANAK - Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah yang sarat akan sumber alam yang baik. Desa Punggur merupakan desa penghasil Pisang Nipah dan buah Melon.

Kabid UMKM BI Pontianak Djoko Junuarto mengatakan, Desa Punggur Besar merupakan desa ini yang dibina oleh Bank Indonesia (BI) sejak 2009. Menurut dia, pembinaan BI atas Desa Punggur ini dilakukan mengingat strategisnya daerah yang tidak jauh dari Kota Pontianak, namun masih ada beberapa dusun yang belum mendapatkan listrik serta beberapa fasilitas lainnya sehingga dianggap layak menjadi Desa binaan oleh BI.

"Selain listrik dari beberapa daerah yang kami survey, premium merupakan barang langka yang sangat mahal dan menjadi motivasi kami untuk membantu para petani yang sangat memerlukan kedua hal tersebut agar memudahkan masyarakat melakukan aktifitas perekoniman di daerah ini," ungkap Djoko saat melakukan pertemuan di Kantor Kepala Desa Punggur, Kamis (27/9/2012).

Menurut dia, dalam satu hari dapat memproduksi 60 bungkus pisang Nipah, dengan potensi laba dengan Rp3 juta didapatkan oleh para petani pisang Nipah, yang dianggap dapat membantu para usaha kecil dan menengah dalam memajukan roda perekonomian daerah Dusun Punggur Besar ini.

"Keuntungan laba Bruto senilah Rp3 juta kalau dijual per onsnya Rp5 ribu, sementara kalau dijual di Kota, peronsnya bisa capai Rp6 ribu hingga Rp7 ribu," tuturnya.

Selain pisang Nipah, Dusun Punggur besar juga memiliki potensi untuk perkembangan buah melon, semangka dan lainnya. Konsultan UMKM BI Pontianak, Hatta mengaku saat ini beberapa program BI seperti pengelolaan keuangan modal terhadap hasil olahan petani atas penjualan yang sejauh ini dianggap menjadi salah satu halangan atas keuntungan yang didapat.

Kasi Kantor Desa Punggur Besar, Anwar mengaku BI sudah membawa masyarakat Desa Punggur Besar kepada kemajuan terutama pembinaan atas memperoduksi hasil pertanian yang diolah oleh masyarakat setempat. "Masyarakat Desa Punggur Besar semakin lama semakin memahami atas pembinaan BI ini terhadap hasil pertanian," kata Anwar.

Kepala Dusun IV Kasih, frans Karadi mengaku banyak hal positif yang diberikan BI terhadap masyarakat Dusun Punggur atas usaha pertanian agar usaha kecil menengah mengalami kemajuan yang signifikan. "Kami memiliki berbagai macam potensi yang dimiliki terutama atas SDA sehingga memerlukan pembinaan atas hasil, pengelolaan serta pemasaran hasil pertanian," kata Frans.

Meski demikian, diakuinya, para petani dalam mengelola hasil pertanian masih memerlukan pengawas pertanian dilapangan yang dirasa diperlukan bagi pembinaan para petani agar memahami kondisi di lapangan agar menciptakan hasil yang lebih menguntungkan dari sebelumnya. "Selain pembinaan untuk petani, kendala yang kami rasakan adalah pemasaran yang  belum maksimal kami lakukan," jelasnya.

Atas kekurangan dan kendala dari masyarakat sendiri, ditambahkannya Kepala Dusun 1 Karya Bhakti, Iyus Hasan bahwa untuk daerah Dusun 1 Karya Bhakti, rendahnya kawasan yang tergenang akan air, menyusahkan petani pisang nipah menghasilkan produksi Pisang yang baik. "Kami terkendala akan daerah rendah yang sejauh ini terdapat endapan air yang banyak sehingga berpengaruh akan kualitas dari pisang nipah sendiri," urai Iyus.

Para petani juga memperlihatkan contoh hasil pisang olahan yang sudah dalam bentuk kemasan per-onsnya dijual Rp5.000 dengan olahan yang sudah dapat dinikmati dengan varian rasa seperti pisang rasa manis, rasa keju dan beberapa rasa lainnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement