JAKARTA - Kenaikan tarif parkir yang baru saja berlaku September lalu ternyata tidak berdampak signifikan untuk menekan masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi. Masyarakat nampaknya tetap meilih kendaraan pribadi.
Berdasarkan polling yang dilakukan oleh MNC Research, dari seluruh total responden, ternyata hanya 25,75 persen yang menyatakan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
"Sedangkan mayoritasnya, yaitu 69 persen responden menyatakan tetap menggunakan kendaraan pribadi," ungkap hasil poling tersebut, Rabu (24/10/2012).
Disebutkan dari total 400 responden yang diwawancara, 32 persen pengendara mobil pribadi berpendapat bahwa kenaikan tarif parkir kurang dari 50 persen dapat diterima, 30 persen menyatakan kenaikan 50 persen dapat diterima. Persentase yang seimbang juga dinyatakan oleh pengguna motor, kendaraan pribadi dan pengguna angkutan umum.
Sekira 30 persen menginginkan kenaikan kurang dari 50 persen, namun dengan jumlah lebih besar sekira 30 persen pengguna mobil pribadi menginginkan tarif parkir tidak naik.
"Persentase paling besar yang menginginkan tarif parkir tidak naik adalah responden yang menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum sekaligus dalam menjalankan aktivitasnya, yaitu sekira 37 persen," jelas laporan tersebut. (nia)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.