JAKARTA - Layanan parkir gedung di Jakarta dinilai masih buruk dan belum pantas untuk mengalami penyesuaian seperti yang sudah terjadi pada September lalu.
Berdasarkan polling MNC Research, Rabu (24/10/2012), dari total koresponden yang diwawancara, 62 persen responden menyatakan keberatan atas naiknya tarif parkir di Jakarta.
"Sebanyak 31,5 persen menyatakan jika pelayanan parkir masih buruk, sehingga tarif tak pantas naik," ungkap laporan tersebut.
Tarif parkir di Jakarta sudah lama tidak mengalami penyesuaian, atau sudah sejak delapan tahun lalu. Dibandingkan dengan kota metropolitan lain di dunia, Jakarta disebut sebagai kota dengan tarif paling murah. Sebut saja tarif parkir di London, seseorang bisa merogoh kocek hingga Rp8,3 juta untuk biaya parkir.
Sementara itu, negara tetangga seperti Singapura, dalam sebulan seseorang harus mengeluarkan sekira Rp1,8 juta atau Rp60 ribu per hari hanya untuk tarif parkir. Bahkan, murahnya tarif di Jakarta disebut sebagai biang kerok kemacetan.
Oleh sebab itu, kenaikan tarif yang mengalami penyesuaian diharapkan mampu menarik masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan umum dibanding menggunakan kendaraan pribadi.
Sayangnya, berdasarkan polling, hanya 25,75 persen responden yang menyatakan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sedangkan mayoritasnya, yaitu 69 persen responden menyatakan akan tetap menggunakan kendaraan pribadi. (nia)
(Nur Januarita Benu)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.