Benarkah Rangka Baja Ringan Tahan Gempa?

Nur Januarita Benu, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2013 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 18 471 838759 UBarR7sP2k.jpg Rangka atap baja ringan (Foto: tabahtruss.com)

JAKARTA - Bangunan rumah yang menggunakan sistem rangka baja ringan dinilai tahan terhadap gempa. Bagiamana baja yang hanya berdiri satuan tersebut bisa lebih kuat dari bata yang disusun? Berikut penjelasnnya.

Engineering & Development Manager PT NS Bluescope Lysaight, Irosa Wahyudi menuturkan, berdasarkan uji laboratorium di Jepang rangka baja ringan yang mereka produksi bisa tahan terhadap gempa hingga 10 skala richter (SR)

"Sudah terbukti pada gempa di Aceh yang mencapai 8,6 SR rumah dengan rangka baja ringan tetap berdiri kokoh," ujarnya saat ditemui di Jakarta, semalam.

Menurutnya, jika desain bangunan rumah dengan sistem rangka baja ringan dibuat sesuai peraturan yang benar, maka dapat menahan beban selama 50 tahun.

Peraturan yang harus dipenuhi, adalah menyesuaikan dengan kondisi tanah, memastikan daerah tersebut rawan gempa atau tidak, dan mengukur kekuatan angin di sekitar lingkungan tersebut.

Dia memaparkan, terdapat beberapa indikator yang membuat sistem rangka baja ringan tahan gempa, yakni:

1. Material yang ringan.

2. Kokoh dalam sebuah sistem yan terintegrasi.

3. Ringan dan mudah diangkat.

4. Struktur fleksibel. Jika ada goncangan, maka dia akan bergerak mengikuti dan momennya cukup jauh untuk menahan getaran.

5. Rangka baja ringan juga tahan api, artinya tidak menularkan api jika terbakar.

(nia)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini