Share

DP Dibatasi, Rumah Kian Tak Terbeli

Nur Januarita Benu, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2013 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 14 471 849364 yxAMeodG2d.jpg Ilustrasi (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA - Pemberlakuan aturan loan to value (LTV) sebesar 60 persen (down payment/DP) 40 persen untuk rumah kedua dan 50 persen untuk rumah ketiga tidak terlalu berdampak bagi masyarakat segmen menengah ke atas. Meskipun dampak penundaan pembelian tetap ada, hal itu tidak terlalu signifikan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda. Menurutnya, terjadi hal berbeda bila kita memantau harga rumah di luar Jabodetabek, di mana masih terdapat rumah-rumah tipe 70 meter persegi (m2) dengan harga Rp200 juta sampai Rp500 jutaan yang merupakan pasar bagi para end user.

"Jangankan di luar Jabodetabek, di pinggiran Jabodetabek pun masih dimungkinkan rumah dijual dengan harga tersebut. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa rumah dengan harga tersebut merupakan pasar bagi end user dan bukan investor," kata Ali, seperti dikutip dari situs IPW, Rabu (14/8/2013).

Dia menambahkan, dengan pemberlakuan LTV 70 persen, maka konsumen end user akan kesulitan untuk dapat membeli rumah pertamanya karena uang muka yang harus disiapkan sebesar 30 persen. Hal ini menjadikan pasar menengah yang mulai bertumbuh sebagian besar tetap tidak dapat membeli rumah.

Selain itu, dimungkinkan aksi spekulasi di segmen menengah ke atas yang dibatasi akan mulai memasuki rumah-rumah yang tadinya disediakan untuk pasar segmen menengah. ''Selain itu, sebagian pengembang akan menyiasati untuk membangun rumah dengan tipe-tipe lebih kecil di bawah tipe 70 m2 namun harga yang tinggi. Hal ini akan membuat kalangan segmen menengah semakin tidak sanggup membeli rumah," tambah Ali.

Karena itu, lanjut dia, akan bijaksana bila Bank Indonesia (BI) melakukan terobosan dengan melihat semua aspek dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

(NJB)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini