ABM Investama Raih Kontrak Senilai USD7,3 Juta

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 10 April 2014 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 10 278 968617 crYfP1FlEY.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) memperkuat tingkat utilisasi alat berat untuk bisnis kontraktor pertambangan. Ini bentuk untuk memperkuat lini bisnis di tahun 2014

Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kontrak penyewaan alat berat dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) selama lima tahun senilai USD7,3 juta. Melalui kontrak tersebut, CK akan memberikan layanan penyewaan alat berat untuk dua sub-block tambang batubara MHU yang terletak di Tanjung Laung dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kontrak ini merupakan bagian dari kerjasama CK dan MHU selama lima tahun untuk pekerjaan kontraktor pertambangan batubara untuk dua sub-block tambang MHU di Kalimantan Timur. Tambang MHU memiliki kualitas batubara yang beragam (multi rank) dari kalori menengah hingga kalori tinggi dengan cadangan batubara yang besar.

Direktur Utama Cipta Kridatama Yovie Priadi mengatakan, ditengah kondisi industri tambang batubara yang menantang saat ini, perseroan mampu untuk meningkatkan utilisasi alat berat melalui kerjasama dengan MHU.

"Hal ini akan sangat berdampak positif bagi perusahaan, karena selain memaksimalkan utilisasi alat berat, kontrak baru ini akan berkontribusi dalam memperkuat kinerja Perusahaan," ucap Yovie dalam siaran persnya, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Dia mengungkapkan bahwa perubahan bisnis di industri batubara yang sangat dinamis akibat gejolak perekonomian global, telah mendorong perusahaan melakukan inisiatif-inisiatif baru guna mempertahankan kinerja agar tetap positif.

"Sejumlah inisiatif tersebut di antaranya dengan melakukan sinergi dengan entitas bisnis lainnya di ABMM dan fokus pada proyek-proyek tambang batubara berskala menengah-besar," paparnya.

Melalui strategi tersebut, selama tahun 2013 CK berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dan mampu mengantongi beberapa kontrak baru senilai total lebih kurang USD839,27 juta.

"Kami bersyukur kinerja CK tetap tumbuh secara positif di tengah situasi bisnis batubara yang kurang kondusif akibat gejolak perekonomian global dan tekanan ekonomi di domestik. Kami percaya dengan strategi yang sudah dikembangkan perusahaan, kinerja CK akan tetap solid sehingga dapat berkontribusi positif terhadap ABMM," jelas Yovie.

Kontrak-kontrak jasa penambangan batubara yang diperoleh CK selama 2013 meliputi sejumlah pekerjaan termasuk pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup sekitar 344 juta bcm, pembangunan dan perawatan jalan menuju lokasi pertambangan hingga sewa menyewa alat berat. Periode kontrak – kontrak tersebut berkisar antara 1-5 tahun.

Untuk terus mendorong pertumbuhan bisnisnya di tahun 2014, Yovie melanjutkan, CK akan terus memperkuat bisnis proses perusahaan, sehingga nilai kompetitif perusahaan akan semakin meningkat. Beberapa inisiatif baru yang akan dilakukan di antaranya adalah mendorong efisiensi dalam proses produksi, melakukan diversifikasi portofolio layanan dan melakukan pendekatan ke pertambangan besar yang belum dikembangkan sebagai target klien baru.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini