Share

Cari Dana Rp9 Triliun, Smartfren Terbitkan Obligasi Konversi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 06 Juni 2014 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 06 278 995191 2WFSfhtY6v.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan private placement untuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Persetujuan ini didapatkan setelah perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) pada hari ini.

Direktur Keuangan FREN, Antonius Susilo mengatakan, perusahaan akan mencari tambahan modal sekira Rp9 triliun dengan menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) II dengan tenor lima tahun.

"Kami butuh modal untuk bayar utang dan pengembangan. Kami tidak akan lakukan pinjaman bank karena ada bunga yang bikin beban perusahaan, jadi kami terbitkan OWK II," ungkap Antonius dikantornya, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Dia menjelaskan, aksi ini ditargetkan nambah dana sekira Rp9 triliun yang terdiri dari 45 lembar masing-masing lembarnya berdenominasi sebesar Rp200 miliar.

"Kami akan keluarkan dalam dua seri, pertama OWK 1 dengan 5 lembar masing-masing Rp200 miliar, dan OWK 2 terdiri dari 40 lembar masing-masing Rp200 miliar," paparnya.

Dia menjelaskan, untuk aksinya ini ditunjuk agennya yakni PT Sinarmas Securities dan tidak ada bunga yang dikarenakan. Dia menambahkan, dari total Rp9 triliun akan dikeluarkan dalam dua tahap yakni tahap satu sekira Rp1 triliun dan tahap dua Rp8 triliun.

"Rp1 triliun kita pakai untuk pembayaran pinjaman perusahaan dan anak usaha, sisanya Rp8 triliun untuk modal kerja dan jaminan," kata dia.

Lanjut dia mengungkapkan, rencana OWK 1 yang senilai Rp1 triliun  akan dieksekusi secepat mungkin setelah adanya persetujuan pemegang saham pada RUPSLB.

"Harapannya kita akan rilis satu bulan ini yang untuk OWK Rp1 triliun, kita akan bereskan dalam bulan ini sesuai peraturan OJK dan BEI," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, aksi private placement yang bakal digelar PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) berimbas pada penurunan kepemilikan saham (dilusi) pemegang saham sebesar 57,4 persen.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini