nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Smartfren Telecom Konversi Obligasi Jadi Saham

Selasa 21 Mei 2019 14:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 21 278 2058408 smartfren-telecom-konversi-obligasi-jadi-saham-qw6y9UM4IY.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Bayar obligasi yang jatuh tempo, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengumumkan bahwa perseroan akan menjalankan konversi atas obligasinya. Dalam siaran persnya, perseroan akan melangsungkan konversi atas Obligasi Wajib Konversi (OWK) menjadi saham seri C Perseroan.

Rencana aksi ini pun telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang diseIenggarakan pada tanggal 30 Mei 2018. OWK yang akan dikonversi adalah OWK ll dengan nilai nominal Rp100 per saham pada harga pelaksanaan Rp100 per saham dan jumlah saham hasil konversi OWK II tersebut sebanyak 22 milliar Iembar saham seri C perseroan. Demikian seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Adapun, perihal pelaksanaan konversi OWK ll dan pencatatan saham-saham baru hasil konversi OWK II akan segera dilaksanakan pada 27 Mei 2019 di Bursa Efek Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan telekomunikasi ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditures (capex) sebesar USD200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun pada tahun iniuntuk memperkuat layanan jaringandi Indonesia.

 Baca Juga: Rights Issue Smartfren Telecom Direstui Pemegang Saham

Direktur Utama Smartfren Telecom, Merza Fachys pernah bilang, capex US$ 200 juta,pendanaannya sudah melakukan corporate action yang disetujui di bulan September, masih ada dua hal yang belum dilaksanakan yaitu waran seri 2, dan juga yang seri 4.

Disampaikannya, sejak tahun 2014, industri telekomunikasi mengalami tekanan yang cukup berat. Tekanan itu bersumber dari perubahan teknologi seperti masuknya teknologi 4G di tahun 2015, sehingga perusahaan telekomunikasi mau tidak mau harus menyiapkan belanja modal yang sangat besar.

Pada saat yang sama, katanya, layanan suara (voice) dan pesan singkat (short message service/SMS) terus merosot. Oleh karena itu, dengan fokus perluasan jaringan tersebut, FREN menargetkan tahun ini akan membangun lebih dari 3.000 base transceiver station (BTS). "BTS kami sekarang hampir 17.000, target tahun ini 20.000 lebih," tuturnya.

 Baca Juga: Smartfren Siapkan Belanja Modal USD200 Juta Tahun Ini

FREN mengakui, ekspansi layanan di luar Jawa masih sangat bergantung pada belanja modal yang sangat besar. Hanya saja seiring adanya intervensi pemerintah melalui Palapa Ring, belanja modal untuk investasi perluasan jaringan di luar Jawa tidak sebesar sebelumnya.

Kemudian tahun ini, FREN membidik 10 juta pelanggan baru sehingga mencapai target perusahaan melayanai 25 juta nomor di jaringan. Perseroan menjelaskan, penambahan jumlah pengguna tetap menjadi prioritas Smartfren pada tahun ini.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini