Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan RI Tolak Pembangunan Jembatan Dumai-Malaka

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 09 September 2014 |12:54 WIB
Alasan RI Tolak Pembangunan Jembatan Dumai-Malaka
Alasan RI Tolak Pembangunan Jembatan Dumai-Malaka (Ilustrasi: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa saat ini yang terpenting dalam pembangunan infrastruktur adalah masalah konektivitas dalam negeri.

Apalagi lanjut pria yang akrab CT ini menyebut, konektivitas itu sangat penting di dalam era globalisasi sekarang ini. Dirinya mengatakan, Asia dipercaya ekonominya akan menjadi pusat ekonomi dunia.

"Ekonomi di Asia Timur itu akan dipimpin China. Lalu di ASEAN itu ada kesepakatan MEA 2015. Kalau tidak ada konektivitas dalam negeri, bagaimana bisa konektivitas dengan negara lain," ucap CT di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).

CT menambahkan, makanya Malaysia meminta izin untuk membangun jembatan dari Dumai ke Malaka hingga zaman dulu sampai sekarang belum disepakati karena konektivitas dalam negeri belum terbangun.

"Mereka tanya kapan, kita jawab tunggu dulu. Kalau Jawa-Sumatera sudah tersambung. Kita enggak mau duluan Malaysia tersambung dengan Sumatera bukan karena Sumatera akan jadi milik Malaysia tapi potensi ekonominya bisa diambil," tegas CT.

Lanjut CT menambahkan, konektivitas bisa dalam bentuk fisik dan non fisik, tetapi dalam konektivitas yang terpenting adalah bagian konektivitas.

"Seperti pembangunan jaringan pita lebar atau broadband. Untuk itu kita akan lakukan sidang kabinet. Rancangan pita lebar ini penting untuk masa sekarang. Kalau masalah infrastruktur tidak didukung dengan jaringan ini kita enggak akan siap, kita akan tertinggal terus," papar CT.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement