Share

2015, Tahun Warning Bagi Pasar Properti Indonesia

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis · Jum'at 02 Januari 2015 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 02 470 1087153 2015-tahun-warning-bagi-pasar-properti-indonesia-oaK28zoNly.jpg 2015, Tahun Warning Bagi Pasar Properti Indonesia (Foto : Ilustrasi/CNBC)
JAKARTA - Tahun 2015 sudah dilewati satu hari. Sektor properti pun diprediksi akan melewati masa-masa terendah di tahun ini karena berbagai macam faktor.
 

Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengingatkan kepada semua pelaku properti untuk hati-hati dalam menjalankan bisnisnya di 2015 ini.

"Para pengembang akan dihadapkan pada titik terendah pasar properti di 2015. Namun demikian para pengembang seharusnya tidak kehilangan akal untuk dapat beradu strategi di tahun sulit tersebut," kata dia dikutip dari laman resmi IPW, Jumat (2/1//2015).

Untuk itu, Ali mengingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku properti di 2015. Pertama, pengembang harus menyiapkan cash flow proyek untuk yang telah kadung diluncurkan haruslah lebih solid karena akan dihadapkan ada penurunan penjualan proyeknya.

Kedua, suku bunga konstruksi yang tinggi. Menurutnya kenaikan suku bunga konstruksi ini diprediksi akan memberikan tekanan di samping naiknya bahan bangunan. Selanjutnya yang ketiga adalah soal daya beli.

Menurutnya,meskipun pasar masih menyimpan daya beli namun saat itu diperkirakan keputusan pembelian properti akan lebih selektif untuk proyek-proyek yang masih memberikan aspek fungsional dan bukan sebagai spekulasi, karenanya proyek-proyek yang unik dan mempunyai konsep jelas yang akan bertahan.

Keempat adalah terkait suku bunga KPR yang berada di kisaran 13-14 persen. Suku bunga KPR yang dianggap tinggi ini diprediksi akan membuat end-user berpikir dua kali untuk membeli properti dengan kredit karenanya nafas panjang pengembang kembali diuji dengan strategi pembayaran cicilan bertahap.

Sementara yang terakhir adalah terkait launching proyek properti. Dirinya berharap bagi para pengembang yang akan meluncurkan proyeknya di 2015 ada baiknya melakukan konsolidasi ulang berkaitan dengan timing kapan proyek akan diluncurkan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini