Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sulap Limbah Kaca, Agusniasih Kantongi Omzet Rp8 Juta

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2015 |07:22 WIB
Sulap Limbah Kaca, Agusniasih Kantongi Omzet Rp8 Juta
Sulap limbah kaca, Agusniasih kantongi omzet Rp8 juta per bulan. (Foto: Kurniasih MJ/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Perempuan Bali ini sempat memiliki usaha print kayu. Tapi usaha ini gulung tikar karena sepinya turis asing akibat tragedi Bom Bali. Kini, dia mantap membuat kerajinan dari limbah kaca yang tidak terpakai.

Dikisahkannya, tragedi bom Bali I dan II pada 2005 membuat usaha yang dirintisnya semakin terpuruk. Ketakutan warga mancanegara untuk datang ke Bali membuat usaha print kayunya harus dihentikan.

Agusniasih tidak patah arang dengan usaha pertamanya yang runtuh. Dia terus berusaha memutar otak. Benar saja, suatu ketika dia melihat limbah kaca di sebuah pabrik. Perempuan Bali ini pun langsung memiliki ide untuk memberi sentuhan dan mengubah nilai jual limbah tersebut.

"Setelah ada bom Bali usaha kami macet, kan tamu berkurang lalu kami berinisiatif kalau limbah kaca itu bisa diolah jadi barang berharga," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta.

Saat ini ia menekuni kerajinan kaca dengan bermacam fungsi seperti cermin, bingkai foto, jam dinding, klap lampu, hiasan dinding dan tempat yang digunakan masyarakat Bali untuk menaruh sesajen. Harganya pun sengaja dipatok tidak terlalu tinggi. Untuk sebuah jam dinding dibanderol Rp50.000 hingga Rp70.000.

Agusnianingsih menuturkan harga terjangkau itu lantaran bahan baku yang dipakai terbilang murah. Biasanya ia mengambil pecahan-pecahan kaca dari pabrik kaca atau dari kaca yang tidak terpakai. Lalu pecahan kaca tersebut ditata hingga akhirnya memiliki nilai seni.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement