"Daripada kaca tidak dipakai itu ada di jalan, bahaya melukai orang lebih baik diolah jadi sesuatu yang unik," sebutnya.
Soal keuntungan, ujar Agusnianingsih pun tidak diragukan. Dari sebelumnya Rp1 juta per bulan, kini Agusniasih bisa mengantungi keuntungan hingga Rp8 juta per bulan. Keberhasilan ini bukan tanpa perjuangan.
Dari pegawai awalnya hanya 10 orang, saat ini ia memberdayakan 15 orang dengan sistem borongan. Dengan jumlah karyawan tersebut, dia bisa menghasilkan 30 buah kerajinan dalam sehari. Namun itu belum termasuk proses finishing.
Peralatan pendukung usaha yang sebelumnya dengan amplas tangan, kini sudah berekspansi menggunakan mesin. Penggunaan mesin semakin memudahkan dalam memproduksi barang secara masif.
Dengan segala yang ia miliki saat ini, Agusniasih ingin terus mengembangkan usahanya dengan membeli mesin produksi terbaru. Ruangan untuk menampung mesin juga harus diperluas. "Mesin produksi sudah memakan banyak tempat di ruang usaha yang sekarang,” ujar dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.