Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adakah Mafia Beras? Ini Kata Pedagang

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2015 |16:59 WIB
Adakah Mafia Beras? Ini Kata Pedagang
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Harga beras beberapa minggu lalu melonjak cukup tinggi, bahkan kenaikannya hingga 30 persen. Timbul dugaan hal ini dikarenakan ada oknum nakal atau mafia beras. Lalu apa kata pedagang beras?

Para pedagang beras yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) enggan berkomentar mengenai adanya mafia beras.

 

"Sebetulnya saya tidak merespons itu," jelas Ketua DPD Perpadi Nellys Soekidi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Nellys menambahkan, selain itu juga pada bulan November dan Desember, pemerintah tidak menggelontorkan beras raskin, sehingga pasokannya berkurang. "Lalu panen mundur," jelasnya.

Di tempat yang sama Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso berpendapat yang sama. Dirinya tidak menyebut adanya mafia beras terkait naiknya harga beras.

"Saya pikir tidak begitu, yang jelas di lapangan ini harusnya pada saat kekurangan pasokan. Harusnya melepas stok yang ada di Bulog. Memang Bulog itu kan didesain, direncanakan punya stok, stok ini pada saat paceklik dan supaya harga tidak terganggu, dikeluarkan," tukasnya

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement