"Nah, sekarang ini yang kami lihat dari BKPM belum ada yang menyatakan bahwa dengan pelemahan ini kemudian investornya itu menunda atau membatalkan. Jadi relatif itu belum ada yang menyatakan mundur atau menunda," imbuhnya.
Kendati demikian, Franky menyebut pelemahan ini baru terjadi di dua bulan awal 2015, sehingga dampaknya belum terasa kepada investasi. Dirinya pun mempercayai, Rupiah akan menguat.
"Itu ingat juga masih di Januari-Februari dan belum melihatnya secara signifikan dampaknya kepada investasi," jelasnya.
Penguatan Rupiah ini lanjut Franky mengungkapkan, karena adanya investasi yang akan masuk.
"Karena akan lebih banyak arus modal yang masuk. Apakah barang modal, bahan baku, tapi semakin tingginya investasi khususnya FDI akan lebih bisa menstabilkan rupiah dalam seperti ini," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.