JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus menunjukkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, mata uang Garuda tersebut harus puas terkapar di level Rp13.055 per USD.
Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) Christian Wibisono mengungkapkan, terpuruknya Rupiah saat ini diakibatkan ekonomi sektor riil tidak dibangun oleh negara dan pemerintah terutama infrastruktur public goods strategis jangka panjang. Pemerintah berdalih tidak punya dana karena tax ratio rendah, karena itu ingin menggenjot perpajakan dengan menyandra wajib pajak menengah.

Menurutnya, tiga presiden terakhir selalu berkutat dengan kurs rupiah karena juga tidak pernah melakukan investasi jangka panjang yang strategis, infrastruktur terbengkalai, biaya logstik Indonesia termahal sedunia. Sebab sejak emosi nasionalisasi KPM oleh Pelni pada 1957 menghancurkan sistem logistic yang sulit dipulihkan hingga hampir setengah abad pada 2015.