Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aprindo: 2015, Tahun Terberat Industri Ritel

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 01 April 2015 |13:55 WIB
Aprindo: 2015, Tahun Terberat Industri Ritel
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

"Sekarang orang mulai menyimpan uang untuk rekreasi jadi yang pokok-pokok mulai turun," tukasnya.

Pengaruh lain, lanjutnya, penguatan dolar juga mempengaruhi sulitnya industri ritel berkembang. Fluktuasi nilai tukar membuat pengusaha wait and see untuk mengembangkan perusahaannya.

Pihaknya menilai dengan investasi yang di rem oleh pengusaha membuat pemasukan bagi pekerja ikut berkurang. Imbasnya, pertumbuhan industri ritel tahun ini diprediksi akan melambat. Dia menyebut dengan pertumbuhan 6 persen saja untuk tahun ini sudah terbilang baik.

"Growth pasti turun, maksudnya begini yang biasanya growthnya double digit, tahun ini 6 persen saja sudah bagus. Itu sudah termasuk ekspansi. Apalagi kalau ekspansi dibatasi, pasti akan turun," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement