"Pemerintah katakan wilayah Pertamina. Sekarang dilepaskan supaya masyarakat mau menanggung beban atau ikut menanggung beban biaya. Kalau 3 kg itu disubsidi sepenuhnya oleh negara," paparnya.
Menurut Sofyan, kenaikan ini didasarkan faktor harga patokan gas elpiji seperti CP Aramco sudah meningkat, serta melemahnya kurs Rupiah terhadap dolar AS.
"Iya, iya. Karena sebagian besar elpiji kita impor dari Arab, patokannya CP Aramco," imbuhnya.
Sofyan pun menjamin, imbas dari kenaikan harga gas elpiji 12 kg, tidak akan menaikan harga gas elpiji 3 kg.
"Tidak, pemerintah tidak naikan gas 3 kg," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.