Ia menyebutkan, produksi sebesar itu turun bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penurunan produktivitas itu karena beberapa faktor, di antaranya serangan hama penyakit yang sulit diidentifikasi, tanaman yang sudah tua serta faktor iklim. Selain itu, masih kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menanam serta merawat tanaman tersebut.
"Beberapa tahun lalu, lada hitam menjadi komoditas perkebunan yang sangat berharga dibandingkan hasil perkebunan lainnya. Namun saat ini produksinya mengalami penurunan," tambahnya.
Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dapat memberikan pembinaan dan pelatihan yang terus menerus terkait budidaya tanaman lada. Harga lada hitam saat ini menurut dia, cukup mahal mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram (Kg). Namun stoknya saat ini menipis mengingat panen belum berlangsung.
(Meutia Febrina Anugrah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.