Namun, nama perusahaan patungan ini belum ditentukan. Pasalnya, pemerintah harus melakukan kajian lebih lanjut terkait tahapan yang harus dilalui. Terlebih, pemerintah harus melihat keuntungan apa yang akan diraih Indonesia.
"Kita banyak sekali kesepakatan, yang penting adalah bagaimana komunikasi lebih teknis antar menteri supaya hal yang sudah disepakati bisa dibahas lebih teknis lagi. Kemudian, China biasa bicarakan jalur sutra laut. Ya itu adalah bagian dari program yang sinergiskan dengan konsep maritim Pak Presiden," tukasnya.
Sekadar informasi, perusahaan listrik BUMN asal China Huadian Hongkong Company Limited, Zhow Lung Jun, Geng ke Cheng, Local Partner China Hudian Janto Soetanto, dan Dening Yao telah gagal membangun pembangkit listrik di Indonesia.
Dalam proyek FTP tahap I tersebut, investor China memang menyelesaikan sekira 8.500 megawatt (mw), sementara sisanya akan tuntas pada 2016. Namun, banyak hasil dari proyek tersebut yang tidak maksimal. Dari seluruh program itu, hanya memberikan liability 55-60 persen yang berarti sangat tidak maksimal. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.