"Seluruh developing countrys melambat. Kalau misalnya kondisi seperti itu bagi para ekonomi tidak terlalu suprise, tapi kita tahu penjelasannya. Yang penting mari kita benahi," tegasnya.
Diakui Sofyan, melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 dikarenakan ada beberapa masalah, seperti belum keluarnya anggaran infrastruktur karena APBN-Perubahan 2015 baru selesai dikerjakan awal Februari.
"Anggaran kan sekarang sudah keluar karena pertama APBN-P dan perubahan APBNP dan baru pada akhir April bisa meluncur. Jadi Januari, Februari, Maret, April akhir baru pengeluaran. Mei ini kan digalakkan terus, semua program dipercepat. Pak Presiden grounbreaking terus, memaksakan terus penggunaan anggaran," paparnya.
Untuk kuartal II-2015 ini, Sofyan optimistis pertumbuhan ekonomi akan dapat lebih baik.
"Tapi kuartal II ini sudah bisa seharusnya. Pemerintah menarik pajak harusnya pemerintah mengeluarkan lagi untuk APBN. APBN karena seperti yang saya sebutkan tadi terlambat, akhirnya daya beli masyarakat tersendat. Sehingga tidak terserap secepat yang diharapkan," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.