"China itu biasanya datang dengan modal murah. Kalau kita nunggu ini, nunggu itu, ya ketinggalan. Swasta nasional harus mengambil posisi," imbuh dia.
Dia juga menjelaskan, sektor pengolahan kelautan dan perikanan di Indonesia rentan akan pemanfaatan bahan baku oleh pengusaha asing. Bahkan, pengusaha asing tersebut dapat menjanjikan menjual dengan harga yang lebih murah.
"Pengolahan kita rawan, karena kalau tidak, mereka akan bisa mengambil semua bahan baku. Karena mereka bisa kasih harga lebih baik. Misalnya harga Rp6.000 per kg, mereka berani kasih harga Rp5.000," ucapnya.
Dengan demikian, jika para pengusaha nasional dapat memanfaatkan sendiri sumber daya alam di Indonesia, maka hal tersebut dinilainya lebih baik dan lebih berharga bila harus dimanfaatkan oleh pihak pengusaha asing.
"Kalau ada swasta nasional kenapa harus asing. Walaupun dibuka PMA, kalau bisa swasta nasional yang memanfaatkan," pungkas Saut.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.