"Yang menetralkan adalah pengolahan, contoh Sulawesi. Meskipun petani cokelat terganggu harga yang turun tapi masih punya pasar yakni pabrik yang mengolah. Bapak Ibu yang punya sense of partnership minta pemerintah daerah untuk keluar dari kebiasaan itu," tegas dia.
Dia menjelaskan, masih banyak potensi investasi yang harus dikembangkan di Indonesia Timur. Oleh karena itu, satu-satunya harapan untuk tumbuh cukup baik adalah investasi. Di sinilah peran pemerintah dan swasta sangat diperlukan.
"Melalui investasi yang harus diperhatikan adalah investasi pemerintah dan swasta. Untuk swasta ada investasi dalam negeri, asing, dan BUMN. Kalau pemerintah, maka andalkan belanja APBN dan APBD," jelasnya.
Oleh karena itu, dia menilai potensi Indonesia Timur harus segera dimanfaatkan dengan peluang yang ada, karena Indonesia Timur mempunyai peluang tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya.
"Indonesia Timur masih punya peluang paling tidak dalam kondisi perlambatan masih punya kemampuan tumbuh tidak selambat daerah-daerah lainnya," pungkas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.