Go-Jek Bukti Penyedia Transportasi di Jakarta Tak Memadai

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2015 05:21 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 29 320 1173202 go-jek-bukti-penyedia-transportasi-di-jakarta-tak-memadai-Yj4GNVKZIm.jpg Go-Jek (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kemunculan transportasi Go-Jek menimbulkan polemik, padahal sang CEO menciptakan Go-Jek untuk mempermudah masyarakat Jakarta untuk berpergian.

Organda menyebut Go-jek melanggar UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan umum barang, sepeda motor (ojek) bukanlah angkutan umum orang dan barang.

Ketua Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi mengatakan, dengan melihat adanya fenomena tersebut, maka dapat disimpulkan bukti dari mati surinya moda transportasi di Indonesia, terutama di Ibu Kota.

“Kenapa Go-Jek keluar sebagai salah satu alat transportasi? Karena memang penyediaan moda transportasi di Jakarta belum memadai. Bahkan ‘mati suri’. Ini suatu kegagalan penyediaan transportasi, yang akhirnya masyarakat memilih alternatif lain karena tidak ada pilihan lain,” ucapnya kepada Okezone saat dihubungi di Jakarta belum lama ini.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan sebagai regulator yang mengurusi hal tersebut juga membenarkan. Kendaraan roda dua memang bukan termasuk dalam kendaraan yang bisa melakukan pelayanan publik.(rzk)

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini