Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Srie Agustina mengatakan, kendati demikian, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) telah meyakinkan mulai Agustus hingga Desember, tanaman padi akan berada di angka produksi 15 juta ton.
"Jadi intinya ke depan bagaimana kita punya cadangan nasional. Yaitu Bulog bisa menyerap untuk cadangan nasional," ucapnya saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (3/8/2015).
Namun, lanjut dia, di tempat lain seperti penggilingan dan sebagainya, diperkirakan akan terdiri dari tiga alternatif kondisi, yaitu normal, moderat dan ekstrem.
Untuk kondisi ekstrem, kata dia, produksi padi akan hanya kehilangan sekira 248 ribu ton.
"Kalau hitungan ekstrem pun kita masih punya kelebihan produksi. Kan biasanya 15,8 juta ton, lalu 15,7 juta ton. Intinya masih di kisaran 15 juta produksi kita," jelas dia.
Kendati demikian, Srie meyakinkan, Kementerian Pertanian dalam hal ini telah menyiapkan segala sesuatu kemungkinan atau antisipasi terkait terjadinya El Nino.
"Itu dari Kementerian Pertanian sudah banyak antisipasinya. Artinya kalau pun ada kehilangan hanya sekitar 240 ribu," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)