"Rapatnya membahas dampak kekeringan. Yang paling parah diprediksi Indramayu, Bojonegoro, Demak, tapi kita sudah mengambil langkah antisipasi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kemenko Perekonomian, Kamis (6/8/2015).
Pantauan Okezone, para undangan yang sudah datang yaitu Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodojonegoro, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel, serta Kepala Badan Statistik (BPS) Suryamin. Rapat dimulai sekira pukul 10.30 WIB
Seperti diketahui, saat ini musim kering sudah melanda Indonesia. Dikhawatirkan dampak El Nino akan mempengaruhi lemahnya pertumbuhan Indonesia pada semester II-2015.
Terlebih lagi, saat ini musim panen sudah lewat. Sehingga, El Nino diprediksi berdampak pada sektor pertanian yang menyebabkan mahalnya harga beras.
Sementara itu kepala BPS Suryamin menyatakan, pembahasan rapat kali ini bersama BMKG guna melihat daerah mana saja yang diprediksi terkena El Nino parah.
"Sebetulnya kita sulit memprediksi ya. Ini seperti di Sumatera Barat saja sudah ada hujan. Nah ini BMKG terus melihat, gimana dampaknya terhadap pertanian juga, dan Kementan juga akan tentu bertindak, kalau ada kurang air akan gimana supaya produksi tetep jalan terus," katanya
(Rizkie Fauzian)