“(Polemik) saya enggak perhatikan itu, tetapi proyek itu memungkinkan,” kata Dorodjatun usai kuliah umum di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Menurutnya dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun proyek tersebut dapat terealisasi. Dia membandingkan dengan proyek pembangkit yang dikerjakan pada era dia menjabat sebagai Menko.
“Kalau waktunya lima sampai tahun 10 tahun saya kira bisa saja, tapi kan dulu waktu saya duduk di kabinet 27 pembangkit kan selesai 3,5 tahun. Bisa kok itu,” ungkapnya.
Kendala yang dihadapi menurutnya hanya dari sisi pendanaan. "Kalau keinginan sih buat saya mau berapa juga bisa. Itu juga tergantung pada jenisnya, dan sebagainya tanya PLN saja. Hambatan hanya dana, iya,” paparnya.
Dorodjatun menjelaskan selain soal dana, keterbatasan lahan juga menjadi salah satu kendala. “Dan dalam situasi sekarang kita belajar dari kasus di Pemalang memang kendala lahan. Karena pembangkit listrik itu perlu lahan yang luas ya, di dalam kan agak susah,” tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.